news

Kemarau Panjang di Pangandaran, 7.973 Warga Terancam Krisis Air Bersih

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:53 WIB
Penyaluran air bersih oleh Kemensos RI melalui Tagana Pangandaran. (Tagana Pangandaran )


INVESTASI POST, PANGANDARAN — Kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, sejak Mei 2026 terus memperluas dampak krisis air bersih. Hingga pertengahan Agustus, sedikitnya 7.973 jiwa dari 2.681 kepala keluarga (KK) di 22 desa yang tersebar di sembilan kecamatan mulai kesulitan memperoleh pasokan air bersih untuk kebutuhan harian.

​Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pangandaran, Nay Suryana, mengungkapkan bahwa krisis air yang melanda wilayahnya kian mengkhawatirkan lantaran hujan tak kunjung turun selama lebih dari tiga bulan terakhir.

​"Dampak kekeringan terus meluas. Sampai saat ini air bersih menjadi kebutuhan mendesak yang paling krusial bagi warga terdampak," ujar Nay Suryana saat dihubungi, Rabu, 12 Agustus 2026.

​Berdasarkan data pendataan dan verifikasi Tagana Pangandaran, wilayah terparah yang dihantam kekeringan berada di Kecamatan Cimerak dengan jumlah warga terdampak mencapai 2.561 jiwa di tujuh desa, yaitu Desa Limusgede, Kertaharja, Mekarsari, Batumalang, Sukajaya, Cimerak, dan Kertamukti.

​Selain Cimerak, wilayah terdampak signifikan lainnya meliputi Kecamatan Kalipucang (2.231 jiwa), Kecamatan Parigi (1.708 jiwa), serta Kecamatan Cijulang (1.197 jiwa). Sementara lima kecamatan lainnya—Pangandaran, Sidamulih, Padaherang, Mangunjaya, dan Cigugur—juga melaporkan kantong-kantong krisis air dengan jumlah warga terdampak bervariasi.

​Merespons kondisi yang kian memburuk, Pemerintah Kabupaten Pangandaran resmi menerbitkan Surat Keputusan Status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan Nomor 300.2.1/kpts.171-Huk/2026. Status darurat ini ditetapkan berlaku selama 90 hari, terhitung sejak 3 Juli hingga 30 September 2026.

​Sebagai langkah penanganan mendesak, Dinas Sosial PMD Kabupaten Pangandaran bekerja sama dengan Kementerian Sosial RI mulai mendistribusikan bantuan logistik dan fasilitas pengolahan air bersih. Kemensos menyalurkan armada berupa satu unit truk tangki air serta instalasi pendukung berupa enam unit tandon penampungan dan enam unit paket alat penjernih air senilai Rp 30,18 juta.

​"Penyaluran air bersih sekaligus pemasangan tandon dan instalasi penapis air dipusatkan di lokasi terparah, salah satunya di Desa Limusgede, Kecamatan Cimerak. Kami bersama relawan dan aparat setempat terus berkeliling menyalurkan air bersih menggunakan armada tangki Kemensos ke pemukiman warga," kata Nay.

​Kendati bantuan mulai bergulir, penanganan kekeringan di kawasan pesisir Jawa Barat ini dinilai masih membutuhkan dukungan sarana distribusi armada tangki yang lebih masif jika cakupan kekeringan terus bertambah sepanjang Agustus hingga September mendatang.

Tags

Terkini