Investasi.com - Sejak memasuki bulan Agustus, kejadian bencana kebakaran di Kabupaten Pangandaran terus meningkat.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Pangandaran Ade Soed mengatakan, stidaknya ada 9 kejadian kebakaran darintanggal 1 sampai dengan 12 Agustus 2026.
Menurutnya, 5 kejadian merupakan kebakaran lahan, sementara sisanya merupakan bencana kebakaran bangunan rumah dan pabrik.
Baca Juga: IKLH Indonesia Naik 5 Tahun Berturut-turut, Papua Tertinggi dan DKI Jakarta Masih Terendah
"Waktu hari Selasa (11/8/2026) saja, ada tiga kejadian bencana kebakaran, satu menimpa rumah, dua lagi kebakaran lahan (hutan)," jelasnya.
Kebakaran Dipicu Musim Kemarau
Ia mengatakan, sepanjang Juli 2026 lalu tercatat ada 9 kejadian kebakaran di Pangandaran dan intensitasnya terus meningkat pada awal bulan ini. Ia menyebutkan bahwa peningkatan kasus tersebut beriringan dengan puncak musim kemarau panjang.
"Seperti kejadian hari minggu lalu, api menyebar dengan cepat melalui ranting dan dedaunan kering yang dipicu oleh pembakaran sampah," ucapanya.
Baca Juga: Mengenal Batik Marlin Khas Pangandaran yang Diminati Eropa
Ade menuturkan, dalam proses pemadaman api dan pengondisian lokasi, tim Damkar kerap menghadapi berbagai kendala, terutama terkait akses jalan dan ketersediaan sumber air.
"Tapi selama ini kita tetap bisa mendapatkan sumber air yang masih banyak, walaupun di musim kemarau ini, debit air sudah mulai menurun," ucapnya.
Pihaknya juga selalu mendapat bantuan suplai air dari BPBD Kabupaten Pangandaran, saat melakukan pemadaman api.
Iapun mengimbau agar masyarakat tidak mebakar sampah di kawasan atau dekat dengan kebun atau hutan, yang terdapat banyak dedunan dan rumput kering."Kejadian lainya hampir sama, itu berawal dari pembakaran sampah yang dilakukan oleh warga," ucapnya.***
Artikel Terkait
Apa itu Investasi, Keamanan dan Risiko
Harga Emas Dunia hingga Nikel Melesat Hari Ini, Berikut Rinciannya
Kemarau Panjang di Pangandaran, 7.973 Warga Terancam Krisis Air Bersih
Mengenal Batik Marlin Khas Pangandaran yang Diminati Eropa
IKLH Indonesia Naik 5 Tahun Berturut-turut, Papua Tertinggi dan DKI Jakarta Masih Terendah