umkm

Buang Gengsi Cara Cari Cuan Bantu Keluarga

Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:08 WIB
Yahya penjual es di Parigi buang Gengsi demi cari cuan bareng keluarga.

INVESTASIPOST - Yahya (21) pedagang es bubur kacang di Parigi, Pangandaran, Jawa Barat harus berkelahi dengan waktu. Yahya memutuskan putus sekolah beberapa tahun lalu untuk meneruskan usaha milik orang tuanya yang mengalami sakit parah.

Sebagai anak sulung Yahya harus putus sekolah saat menginjak kelas 2 SMA. Ia terpaksa meneruskan usaha orang tuanya untuk menghidupi keluarga dan 1 adiknya yang masih duduk di bangku SMP.

Dia berkata, meneruskan usaha orang tua sebagai pedagang es bubur kacang memang bukan pilihan. Tapi, kata Yahya, menjadi satu-satunya jalan untuk tetap bertahap hidup bersama keluarga.

"Bapak sakit stroke, tidak bisa beraktivitas lagi. Sehingga saya harus dengan ikhlas membantu memenuhi kebutuhan keluarga," kata Yahya, belum lama ini.

Ia mengatakan dalam hati kecil saat memutuskan putus sekolah cukup berat. "Kalau pengen mah sih dulu tetap sekolah. Tapi ya gimana lagi," ucapnya.

Menurutnya, saat ini harus membantu mempertahankan adiknya yang masih duduk dibangku SMP. "Ya mudah-mudahan adik saya bisa sampai selesai sekolah," katanya.

Yahya mengatakan, saat ini sudah mulai terbiasa dengan kondisi dan situasi menjadi seorang pedagang. "Ya sudah terbiasa sekarang mah, alhamdulillah ternyata banyak juga yang senang dengan bubur kacang bapak," ucapnya.

Omset Jualan Es Bubur Kacang Tradisional

Yahya mengatakan dalam sehari es bubur kacang yang ia jual bisa mencapai puluhan mangkuk. "Kalau lagi ramai 50 mangkuk abis. Kadang pernah 100 mangkuk lebih," kata Yahya.

Menurut dia, dalam sehari penghasilan yang didapatkan bisa mencapai Rp 350-400 ribu per hari. "Kalau sampai 50 mangkuk lebih Rp 350 ribu lebih bisa," ucapnya.

Tags

Terkini