Kamis, 13 Agustus 2026

Kinerja Penjualan Eceran Juli 2026 Tumbuh 0,9 Persen, Sektor Makanan dan Minuman Jadi Penopang

Photo Author
Dede Ihsan Rifai, InvestasiPost.com
- Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:45 WIB

INVESTASIPOST - Aktivitas penjualan eceran di tanah air pada Juli 2026 diproyeksikan mencatatkan pertumbuhan positif secara tahunan (year-on-year). Indeks Penjualan Riil (IPR) untuk periode Juli 2026 diperkirakan berada di level 224,4 atau tumbuh 0,9% (yoy), meningkat dibandingkan laju pertumbuhan pada bulan sebelumnya.

Pendorong utama geliat konsumsi masyarakat ini didominasi oleh peningkatkan transaksi pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau. Selain itu, kinerja positif juga disumbang oleh Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, serta Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya.

Faktor Musiman dan Kinerja Bulanan

Meski tumbuh secara tahunan, kinerja penjualan eceran secara bulanan (month-to-month) pada Juli 2026 diperkirakan terkoreksi tipis sebesar -0,3% (mtm). Penurunan ini dinilai wajar akibat normalisasi pola konsumsi masyarakat usai berakhirnya puncak perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan masa libur sekolah.

Kendati demikian, capaian bulanan Juli 2026 ini jauh lebih kuat jika dibandingkan dengan periode yang sama pada Juli 2025, yang saat itu sempat anjlok hingga -4,1% (mtm).

Sebagai pembanding, IPR pada Juni 2026 sebelumnya berada di posisi 225,0 dengan pertumbuhan bulanan sebesar 0,7% (mtm)—membaik dari Mei 2026 yang terkontraksi -1,5% (mtm). Tingginya permintaan selama momentum libur sekolah dan HBKN menjadi penopang utama kuatnya penjualan eceran di bulan Juni.

Proyeksi Tekanan Harga

Dari sisi pergerakan harga, tingkat inflasi pada September 2026 diperkirakan bakal melandai. Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) September 2026 yang tercatat sebesar 155,2, atau merosot cukup signifikan dibandingkan IEH Agustus 2026 yang berada di level 178,0.

Namun, tekanan harga diproyeksikan kembali merangkak naik menjelang akhir tahun. IEH pada Desember 2026 diperkirakan meningkat ke angka 168,1, sedikit lebih tinggi dibandingkan posisi IEH November 2026 yang sebesar 167,5, seiring meningkatnya permintaan menjelang momen libur Natal dan Tahun Baru.

Editor: Aldi Nur Fadillah

Sumber: Bank Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X