INVESTASIPOST - Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Indonesia terus menunjukkan tren positif selama lima tahun terakhir. Berdasarkan data terbaru gabungan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), angka IKLH nasional pada tahun 2024 berhasil menyentuh angka 73,53.
Pencapaian ini mencerminkan tren peningkatan secara bertahap sejak tahun 2020 yang berada di angka 70,27, kemudian naik ke 71,45 (2021), 72,42 (2022), hingga 72,54 (2023).
Meski IKLH nasional mengalami kenaikan, terdapat ketimpangan kualitas lingkungan yang cukup signifikan antarprovinsi di Indonesia.
Wilayah Papua Mendominasi Kualitas Lingkungan Terbaik
Tiga posisi teratas provinsi dengan IKLH tertinggi di Indonesia seluruhnya didominasi oleh kawasan Tanah Papua. Provinsi Papua Barat memimpin dengan skor IKLH mencapai 83,75. Posisi kedua ditempati oleh Papua Barat Daya dengan skor 83,07, diikuti oleh Papua Pegunungan di peringkat ketiga dengan nilai 81,91.
Kawasan Papua dinilai masih memiliki daya dukung lingkungan yang terjaga dengan tutupan hutan dan vegetasi alami yang cukup luas.
DKI Jakarta dan Jawa Barat Tercatat Terendah
Di sisi lain, kawasan perkotaan dan pusat industri di Pulau Jawa masih menghadapi tantangan serius terkait kualitas lingkungan. DKI Jakarta mencatatkan skor IKLH terendah nasional, yaitu hanya sebesar 56,39.
Posisi terendah selanjutnya ditempati oleh Provinsi Banten dengan skor 62,54, serta Jawa Barat dengan nilai 66,09. Tingginya populasi, kepadatan pemukiman, aktivitas industri, dan volume transportasi menjadi faktor utama penekanan kualitas lingkungan di wilayah-wilayah ini.
Sultra Terpanas, Sumut Paling Lembap
Selain data IKLH, BMKG juga merilis pemantauan suhu dan kelembapan udara rata-rata untuk periode tahun 2025.
Provinsi Sulawesi Tenggara mencatatkan suhu rata-rata tertinggi di Indonesia, yakni mencapai 29,66 °C, berdasarkan pengukuran di Stasiun Meteorologi Sangia Ni Bandera, Kabupaten Kolaka. Sebaliknya, suhu rata-rata terendah dicatat oleh Sumatera Utara dengan 19,42 °C melalui pemantauan di Stasiun Meteorologi Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara.
Sementara itu untuk tingkat kelembapan, Provinsi Sumatera Utara (Kabupaten Nias) menjadi wilayah dengan kelembapan rata-rata tertinggi mencapai 94,20 %. Di sisi lain, Nusa Tenggara Timur (Kota Kupang) mencatatkan tingkat kelembapan rata-rata terendah nasional sebesar 72,84 %.