INVESTASI POST – Presiden Prabowo Subianto resmi menyodorkan nama Destry Damayanti ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI). Surat Presiden (Surpres) ihwal pengajuan pucuk pimpinan bank sentral tersebut telah diterima parlemen pada awal pekan ini.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membenarkan pengajuan nama tersebut saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. "Namanya tunggal satu nama, Bu Destry Damayanti," kata Prasetyo, Senin, 10 Agustus 2026. Selain usulan nama gubernur definitif, Surpres tersebut turut memuat daftar usulan Deputi Gubernur Senior BI.
Destry sebelumnya ditunjuk sebagai Pejabat Sementara (Pst.) Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri pada akhir Juli lalu. Berdasarkan regulasi internal dan Undang-Undang Bank Indonesia, posisi lowong tersebut secara otomatis diemban oleh Deputi Gubernur Senior hingga terpilihnya pejabat definitif.
Rekam Jejak Panjang di Sektor Keuangan
Lahir di Jakarta pada 1963, Destry menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia sebelum meraih gelar Master of Science dari Cornell University, New York, Amerika Serikat. Kariernya membentang di berbagai lembaga riset, birokrasi, hingga industri perbankan nasional.
Ia mengawali langkah profesionalnya sebagai asisten peneliti di Harvard Institute for International Development (HIID) pada 1989, lalu menjadi peneliti di LPEM FEUI. Pada kurun 1992–1997, Destry bertugas di Badan Analisa Keuangan dan Moneter (BAKM) Kementerian Keuangan, disusul peran sebagai ekonom di Citibank Indonesia hingga tahun 2000.
Karier riset dan analisis pasarnya berlanjut saat dipercaya sebagai Senior Economic Advisor untuk Kedutaan Besar Inggris (2000–2003), Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas (2005–2011), dan Kepala Ekonom Bank Mandiri (2011–2015). Di luar ranah moneter murni, Destry pernah ditunjuk Presiden Joko Widodo memimpin Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2015.
Pada tahun yang sama, ia menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2015–2019, sebelum akhirnya terpilih menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia hingga diperpanjang untuk periode kedua.
Banjir Dukungan Otoritas Keuangan
Langkah Istana mengajukan Destry disambut positif oleh jajaran menteri dan pimpinan lembaga dalam Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pengalaman panjang Destry di bank sentral menjadi modal kuat untuk menjaga stabilitas moneter dan persepsi pasar.
"Kita dukung Bu Destry karena berpengalaman menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior di periode kedua, tentu dari orang dalam. Respons pasar juga positif," ujar Airlangga di sela acara UMKM Finance Summit 2026 di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
Nada serupa disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Mengingat riwayat kemitraan keduanya saat di LPS, Purbaya meyakini harmonisasi antara kebijakan fiskal dan moneter akan tetap terjaga mulus. "Kita biasa koordinasi dan kerja sama dengan baik, jadi tidak ada masalah," tutur Purbaya.
Dukungan juga datang dari Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi serta Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu. Anggito menilai latar belakang Destry yang melintasi berbagai otoritas regulasi membuatnya paham betul dinamika stabilitas sistem keuangan.
"Beliau memiliki latar belakang lengkap, paket lengkap ya. Saya cukup yakin kerja sama KSSK tidak ada masalah," ucap Anggito seraya berharap uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi XI DPR dapat rampung dengan lancar.