INVESTASI POST — Korban jiwa akibat bencana gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat 51 orang meninggal dunia hingga Minggu pagi, 16 Agustus.
"Per pukul 09.00 tadi pagi hari ini, total korban meninggal dunia ada 51," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M. Syaugi dalam konferensi pers, Minggu.
Selain korban tewas, Basarnas mencatat sedikitnya 64 warga mengalami luka berat. Puluhan jenazah korban ditemukan tersebar di sejumlah titik terdampak. Data ini memperbarui laporan awal Tim SAR Gabungan yang sebelumnya mencatat 48 korban tewas dari total 112 warga terdampak per pukul 08.30 WITA.
Memasuki hari kedua operasi evakuasi, Tim SAR Gabungan memperluas radius penyisiran. Fokus operasi diarahkan ke dua wilayah terdampak paling parah, yakni Kota Mbay di Kabupaten Nagekeo dan wilayah Reo di Kabupaten Manggarai.
Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus Koordinator Misi SAR, Fathur Rahman, menyatakan akses logistik dan evakuasi darat ke kawasan Reo mulai pulih setelah sebelumnya lumpuh tertutup material longsor.
"Tim rescue Pos SAR Manggarai Barat per pukul 06.00 WITA telah berhasil mengakses jalur darat di wilayah Reo. Dengan terbukanya akses tersebut, pencarian dapat diperluas menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan pertolongan," ujar Fathur.
Basarnas bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengingatkan data korban masih bersifat dinamis seiring proses evakuasi yang terus berjalan. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan hanya merujuk pada informasi resmi dari otoritas kebencanaan.
Artikel Terkait
Gempa NTT Siaga Tsunami, Warga Dikabarkan Mulai Mengungsi
Gempa NTT Terasa Kuat hingga Lombok, Warga Berhamburan Keluar Rumah
Usai Gempa 7,7 NTT, Gelombang Tsunami Terdeteksi Capai 94 Cm
Korban Gempa NTT Bertambah Menjadi 47 Orang, Ratusan Bangunan Rusak
Gempa Susulan M 5,2 Kembali Guncang NTT Pagi Ini, Korban Meninggal Capai 47 Orang