umkm

Mengenal Batik Marlin Khas Pangandaran yang Diminati Eropa

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:20 WIB
Supriati pengrajin batik khas Pangandaran. Produknya laku pasar Eropa.

Batik motif marlin milik Supriati telah dibeli secara rutin oleh konsumen dari Abu Dhabi, Arab Saudi, Swiss, dan Belanda. Kain batik ini diproduksi secara rumahan menggunakan peralatan tradisional dengan memberdayakan warga sekitar sebagai tenaga kerja. Usaha ini dirintis Supriati sejak tahun 2019.

Sebelumnya, Supriati bekerja sebagai buruh canting di salah satu galeri batik swasta di Pangandaran. Namun, tempat kerjanya tersebut hanya bertahan dari tahun 2017 hingga 2019 sebelum akhirnya berhenti beroperasi.

Kondisi tersebut memicu semangat kewirausahaan Supriati untuk mewujudkan mimpi memiliki galeri batik sendiri. Melalui ketekunan dan proses belajar secara otodidak, ia mulai merintis usaha pembuatan kain batik dengan metode cap dan tulis pada Agustus 2019.

"Kebetulan dulu tempat saya bekerja di salah satu batik lokal tidak mau produksi lagi dan memilih gulung tikar," kata Supriati, belum lama ini.

Supriati kemudian berinisiatif untuk melanjutkan usaha batik tersebut. Meski bukan bagian dari keluarga pemilik sebelumnya, ia mencoba peruntungan dengan merintis usahanya sendiri. "Padahal saya bukan bagian dari keluarga, owner sebelumnya tempat bekerja mengizinkan saya untuk membuka usaha batik," ucapnya mengenang momen saat mendapatkan izin dari mantan atasannya.

Langkah awal tersebut tidaklah mudah bagi Supriati. Berbekal pengalaman sebagai buruh canting, ia terus belajar secara otodidak hingga mengikuti pelatihan membatik ke Tasikmalaya, Pekalongan, Solo, dan Yogyakarta.

"Alhamdulillah saat izin buka usaha pemilik batik tempat saya bekerja dulu memberikan izin dan suami juga meridhoi ya langsung mulai. Dengan kita sekolah lagi ke Tasik, Jogja, Pekalongan, Solo. Sejak itu jadi berani buka sendiri alhamdulillah bisa mengajari tetangga juga pada mau dan bisa. Sudah banyak pesanan juga, memberdayakan masyarakat setempat menjadi produktif dan tidak menganggur melalui usaha ini," ujarnya.

Ia mengaku bahagia dapat mempekerjakan tetangga sekitar dari hasil kerja kerasnya dan memberikan nilai manfaat secara ekonomi bagi lingkungan.

"Emang saya itu niatnya ingin memberdayakan masyarakat khusus untuk warga setempat. Sekarang karyawan aktif 7 orang, ibu-ibu tetangga setempat kebanyakan. Apabila banyak pemesanan bisa memanggil sampai 20 orang lagi," ungkapnya.

Koleksi Motif Batik Mekar Sejahtera

Menurut Supriati, ia telah menciptakan ratusan motif yang bernuansa biota laut dan pesona alam Pangandaran.

"Kalo motif sudah banyak banget gak dihitung beragam saja karena kan sudah 6 tahun berdiri. Belum sempat menghitung ragam motifnya. Sudah semakin banyak mungkin ada ratusan, paling diminati yaitu motif Ikan Marlin," ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa menciptakan motif baru yang variatif bukanlah perkara mudah. Untuk mendapatkan inspirasi, ia kerap mengamati panorama alam dan kekayaan biota laut yang ada di Pangandaran.

"Inspirasi nyari motif yang penting tidak keluar dari khas Pangandaran berkaitan dengan biota laut dan alam Pangandaran. Yang lainnya dipadukan dengan ide ide hasil pelatihan," katanya.

 

Ia juga menerapkan metode amati, tiru, dan modifikasi dalam proses kreatifnya. "Karena kita harus pinter memodifikasi," ucapnya.

Halaman:

Tags

Terkini