Kamis, 13 Agustus 2026

Jasad Nelayan Pangandaran Ditemukan 2 Km dari Lokasi Kejadian

Photo Author
Deni Nurdiansyah, InvestasiPost.com
- Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:17 WIB
Ilustrasi Nelayan yang ditemukan meninggal dunia. Gambar generator by Gemini ai.
Ilustrasi Nelayan yang ditemukan meninggal dunia. Gambar generator by Gemini ai.

INVESTASIPOST - Deburan ombak di Pos 3 Pantai Barat Pangandaran tak lagi menyisakan tanda tanya. Setelah empat hari pencarian yang melelahkan di tengah cuaca yang tak menentu, Suprianto (40), nelayan yang hilang ditelan gelombang, akhirnya ditemukan. Kamis (13/8/2026) siang, sekitar pukul 14.10 WIB, laut menyerahkan kembali raga sang tekong ke permukaan.

Tubuh Suprianto ditemukan mengapung dalam posisi telentang, sekitar dua kilometer dari titik awal perahunya terbalik. Tim SAR gabungan yang telah menyisir perairan sejak Senin lalu, akhirnya mendapati sosok yang mereka cari di tengah hamparan air biru Pantai Barat Pangandaran.

Koordinator Pos (Korpos) SAR Pangandaran, Edwin Purnama, mengonfirmasi bahwa penemuan ini merupakan hasil kerja keras tim gabungan bersama kelompok nelayan setempat yang tak kenal lelah membantu operasi kemanusiaan ini.

"Korban ditemukan sekitar dua kilometer dari TKP ke arah tengah laut," kata Edwin, melalui pesan WhatsApp, Kamis (13/8/2026).

Saat ditemukan, raga Suprianto masih dalam kondisi utuh, meski alam telah mulai bekerja pada tubuhnya yang terendam air laut selama berhari-hari. Proses dekomposisi alami tak terelakkan bagi siapa pun yang terombang-ambing di luasnya samudra dalam waktu lama.

"Jenazah korban masih utuh, namun agak sedikit bau karena sudah lumayan lama," katanya.

Suasana haru menyelimuti proses evakuasi. Begitu berhasil diangkat dari perairan, jenazah Suprianto segera dilarikan ke RSUD Pandega. Di sana, petugas medis melakukan proses pemulasaraan sebelum akhirnya menyerahkan almarhum kepada pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka.

Suprianto merupakan sosok yang dikenal akrab oleh warga Dusun Bojongsari, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, terutama mengingat kronologi kecelakaan maut yang menimpanya pada Senin (10/8/2026) sore itu.

Kala itu, sekitar pukul 16.00 WIB, perahu yang dikomandoi Suprianto sedang mengangkut tujuh orang. Namun, alam berkehendak lain. Gelombang tinggi menghantam lambung perahu dengan kekuatan besar hingga membuat ketujuh orang di dalamnya terhempas ke laut.

Enam nelayan lainnya berhasil bertarung melawan maut, berenang sekuat tenaga menuju bibir pantai hingga selamat. Namun Suprianto, sang tekong, dinyatakan hilang sejak saat itu hingga akhirnya ditemukan tak bernyawa pada hari keempat pencarian.

Dengan ditemukannya Suprianto, sirine tanda berakhirnya operasi pencarian pun berbunyi. Tim SAR gabungan resmi menutup operasi ini, membiarkan sang nelayan beristirahat dengan tenang setelah pengabdian panjangnya di laut Pangandaran.

Editor: Aldi Nur Fadillah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X