INVESTASIPOST - Presiden Prabowo Subianto resmi menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dalam penyampaian Nota Keuangan, Jumat (14/8).
Dalam rancangan tersebut, alokasi belanja negara dipatok mencapai angka fantastis sebesar Rp 4.097 triliun, mencatatkan rekor belanja terbesar sepanjang sejarah Republik Indonesia.
Alokasi belanja jumbo ini mengalami kenaikan sekitar Rp 255 triliun jika dibandingkan dengan APBN tahun berjalan. Pemerintah menetapkan arah belanja negara 2027 untuk mendukung delapan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN), yang mencakup:
- Kedaulatan pangan
- Kemandirian energi dan air
- Pendidikan
- Kesehatan
- Hilirisasi dan industrialisasi
- Infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana
- Penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa
- Penurunan kemiskinan
Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2027
Pemerintah memproyeksikan indikator makroekonomi yang optimis namun tetap terukur dalam RAPBN 2027:
- Pertumbuhan Ekonomi: 6,0%
- Laju Inflasi: 2,5%
- Nilai Tukar Rupiah: Rp 17.500 per Dolar AS
- Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP): US$ 75 per barel
- Lifting Minyak Mentah: 610 ribu barel per hari
- Defisit APBN: 2,4% terhadap PDB
Target Pembangunan 2027
Sejalan dengan alokasi anggaran tersebut, pemerintah menetapkan target perbaikan indikator kesejahteraan masyarakat, antara lain:
- Tingkat Kemiskinan: 6,0% – 6,5%
- Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT): 4,3% – 4,87%
- Rasio Ketimpangan (Gini Ratio): 0,362 – 0,367
Kombinasi belanja yang ekspansif serta fokus pada sektor-sektor strategis diharapkan mampu mempercepat transformasi ekonomi nasional sekaligus mempersempit kesenjangan sosial di seluruh Indonesia.