INVESTASIPOST - Tren berbagi interaktif di media sosial, seperti stiker tantangan "Add Yours" atau kuis membagikan foto masa kecil, nama hewan peliharaan, dan tanggal lahir, ternyata menyimpan risiko kebocoran data penting.
Banyak pengguna tidak menyadari bahwa informasi ringan yang mereka bagikan untuk sekadar bersenang-senang sering kali merupakan jawaban dari pertanyaan keamanan (security questions) pada berbagai layanan perbankan dan akun digital.
Ketika pelaku kejahatan mengumpulkan pecahan informasi dari berbagai unggahan, mereka dapat menyusun puzzle identitas korban secara akurat.
Baca Juga: Bahaya Oversharing di Medsos: Celah Pencurian Data hingga Jebakan Pinjol Ilegal
Data ini kemudian dimanfaatkan untuk membobol akses sistem atau memanipulasi korban melalui trik psikologis (social engineering).
Sebelum tergiur mengikuti tren tantangan media sosial, publik diimbau untuk selalu berpikir kritis.
Membatasi keterbukaan data seputar riwayat sekolah, lingkungan tempat tinggal, maupun nama anggota keluarga menjadi langkah pencegahan mutlak agar tidak menjadi target kejahatan siber berikutnya.
Artikel Terkait
Protes Dugaan Sertifikasi Makam Leluhur di Madasari, Warga Pangandaran Gelar Aksi Teatrikal
Cara Cek SLIK OJK dan Tips Membersihkan Skor Kredit yang Buruk
Kuasai 7 Persen Pasar Global, Indonesia Masuk Jajaran 5 Besar Penghasil Kopi Dunia
Ramalan Zodiak Leo 16 Agustus 2026: Keberuntungan, hingga Pasangan Paling Cocok
Bahaya Oversharing di Medsos: Celah Pencurian Data hingga Jebakan Pinjol Ilegal