INVESTASIPOST - Di tengah pesatnya adopsi transaksi keuangan digital seperti dompet elektronik, perbankan seluler, hingga pinjaman online, kebiasaan membagikan aktivitas pribadi di media sosial kini menyimpan ancaman serius bagi keamanan finansial.
Fenomena oversharing seperti mengunggah tangkapan layar transaksi, memamerkan tiket perjalanan (boarding pass), hingga memperlihatkan dokumen identitas kerap dipandang sepele.
Padahal, remah-remah informasi digital tersebut dapat dihimpun pelaku kejahatan untuk menyusun profil korban secara utuh (digital footprint).
Baca Juga: Cara Cek SLIK OJK dan Tips Membersihkan Skor Kredit yang Buruk
Informasi yang tersebar luas memudahkan pelaku melancarkan pencurian identitas (identity theft).
Data seperti KTP, nama lengkap, dan nomor kontak dapat disalahgunakan pihak tidak bertanggung jawab untuk membuka rekening palsu hingga mengajukan pinjaman digital ilegal atas nama korban tanpa persetujuan.
Pakar keamanan mengimbau masyarakat untuk lebih selektif menyaring konten sebelum diunggah.
Baca Juga: Strategi Dana Pensiun, Cara Cerdas Amankan Finansial di Hari Tua
Menjaga kerahasiaan data pribadi di ruang digital kini memiliki bobot kepentingan yang setara dengan melindungi uang yang tersimpan di dalam rekening bank.