"Pecinta kopi dan roastery asal Austria dan Singapura tahun 2022 berkunjung kesini dan meminta ekspor kopinya secara kontinyu," kata Iis. Meski awalnya terkendala modal untuk pengiriman skala besar, Iis memulai langkah ekspornya dengan mengirimkan sampel sebanyak 2 kilogram. "Alhamdulillah ternyata disana kepakai juga kopi Silalabak," ucapnya.
Kini, pesanan dari kedua negara tersebut rutin mengalir setiap bulan. Untuk mendukung ekspansi dan memenuhi permintaan ekspor yang kian tinggi, Iis memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI sebagai tambahan modal produksi dan peralatan.
"Tentu modalnya harus nambah untuk membeli peralatan dan produksi pohon kopi lebih banyak lagi," pungkasnya. Dari seorang penjaga kantin, Iis kini tidak hanya menyeduh kopi, tapi juga menyeduh harapan bagi petani kopi di Pangandaran.
Ia kini merupakan anggota BPC HIPMI Pangandaran, saat ini telah mengikuti bisnis matching di Cirebon, dengan pengusaha muda se Jawa Barat.
Artikel Terkait
Mengenal Reksa Dana: Cara Praktis Berinvestasi untuk Pemula Tanpa Ribet
RAPBN 2027: Belanja Negara Tembus Rp 4.097,2 T, Target Pertumbuhan Ekonomi Dipatok 6 Persen
Apa itu SLIK OJK: Fungsi Utama dan Cara Cek Riwayat Kredit Anda
Harga Emas hingga Perak Per 15 Agustus 2026, Terus Meningkat
Strategi Dana Pensiun, Cara Cerdas Amankan Finansial di Hari Tua