INVESTASIPOST - Linimasa media sosial, tengah ramai membahas ihwal maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada sejumlah wilayah di Kalimantan.
Tak hanya soal kerugian materi, karhutla di Kalimantan itu juga membayangi masa depan warga yang terdampak pencemaran udara imbas kabut asap yang meluas, termasuk ke wilayah Malaysia.
Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Jumat, 21 Agustus 2026, ratusan sekolah di Malaysia dilaporkan terpaksa ditutup demi menghindari dampak buruk terhadap para siswa-siswanya.
"Penutupan dilakukan karena Indeks Pencemaran Udara (API) di kawasan tersebut telah masuk kategori sangat tidak sehat," tulis postingan tersebut.
"Aktivitas belajar siswa selanjutnya dialihkan ke Pembelajaran dan Pengajaran Berbasis Rumah," sambungnya.
Hal itu sontak menuai sorotan tajam bagi sebagian kalangan di jagat maya.
Bahkan, telah memicu desakan agar otoritas berwenang bergerak cepat dalam mengantisipasi dan mencari solusi agar karhutla tak lagi marak terjadi di Tanah Kalimantan.
108 Sekolah di Malaysia Ditutup
Media lokal Malaysia, Bernama melaporkan sebanyak 108 sekolah di wilayah Serian, Serawak, ditutup sementara karena terimbas kabut asap karhutla di Kalimantan.
Komite Manajemen Bencana Negara Bagian Sarawak (JPBN) menyebutkan, setelah penutupan tersebut, Pembelajaran dan Pengajaran Berbasis Rumah akan dilanjutkan.
Otoritas Malaysia menilai, pembelajaran di rumah dilakukan agar aktivitas belajar siswa tidak terganggu.
"Berdasarkan Rencana Aksi Kabut Nasional, yang berada di bawah yurisdiksi direktur Departemen Pendidikan Negara Bagian Sarawak," tulis JPBN Sarawak dikutip dalam keterangan resminya, pada Jumat, 21 Agustus 2026.
"Sekolah, taman kanak-kanak, dan tempat penitipan anak akan segera ditutup begitu API mencapai 200," tambahnya.
13 Wilayah Tercemar Udara
JPBN Sarawak menyatakan, kualitas udara wilayahnya menunjukkan tren peningkatan pada pembacaan API sejak 1 Agustus 2026, dengan total 13 wilayah yang terdampak kabut asap karhutla di Malaysia.
"2 wilayah mencatat pembacaan API dalam kategori sangat tidak sehat, yaitu 212 di Tebedu dan 202 di Serian," ungkap JPBN Sarawak.
"Sementara 11 wilayah berada dalam kategori tidak sehat, yaitu Kuching, Samarahan, Sri Aman, Sarikei, Sibu, Bintulu, Samalaju, Miri, Lundu, Lubok Antu, dan Lawas," sebutnya.