INVESTASIPOST — Rentetan gempa bumi susulan yang terus mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kian memperparah kerusakan infrastruktur dan mengancam rantai pasok logistik di wilayah tersebut. Pascagempa utama bermagnitudo (M) 7,7 pada Sabtu (15/8/2026), akses vital jalur Trans Flores kini terancam putus akibat kerusakan struktur jembatan dan amblasnya badan jalan.
Kondisi kritis dilaporkan terjadi pada Jembatan Dampek di ruas jalur Pantura yang menghubungkan Reo menuju Dampek Kota, Kabupaten Manggarai Timur. Akses masuk jembatan mengalami keretakan parah dan berongga, memaksa pembatasan arus kendaraan demi menghindari risiko keruntuhan di tengah getaran gempa yang masih terus berlangsung.
"Keadaan Jembatan Dampek, jalan Pantura, Reo-Dampek Kota, tidak bisa dilewati kendaraan bermuatan berat. Mobil muatan ringan masih bisa lewat, kalau yang muatan berat sudah tidak bisa," demikian dilaporkan dari lapangan pada Kamis (20/8/2026).
Baca Juga: Korban Tewas Gempa M 7 NTT Bertambah Jadi 51 Orang, Jalur Reo Mulai Terbuka
Ancaman Hambatan Logistik dan Distribusi Bantuan
Kerusakan fisik pada akses jalan Trans Flores memperlihatkan retakan aspal yang terbelah dan membentuk rongga tanah yang lebar. Situasi ini langsung berdampak pada armada pengangkut logistik dan kendaraan berat yang tertahan melintas, sementara kendaraan tim evakuasi seperti Basarnas harus melintas dengan kehati-hatian ekstra.
Penyempitan dan instabilitas struktur jalan di kawasan utara Manggarai Timur dikhawatirkan dapat memperlambat mobilitas distribusi bantuan material, sembako, dan alat berat menuju titik-titik pengungsian di pelosok Flores.
BMKG Catat Lebih dari 3.700 Kali Gempa Susulan
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), aktivitas seismik di Flores masih sangat intensif. Pada Kamis (20/8/2026) pukul 05.45 WIB, gempa susulan berkekuatan M 5,8 mengguncang wilayah 34 kilometer timur laut Ruteng, disusul getaran berkekuatan M 5,2 pada pukul 15.01 WIB di 44 kilometer timur laut Ruteng.
Baca Juga: Korban Gempa NTT Bertambah Menjadi 47 Orang, Ratusan Bangunan Rusak
Hingga Kamis sore pukul 16.00 WIB, sistem monitoring BMKG telah mendeteksi 3.752 kali aktivitas gempa bumi susulan (aftershocks), dengan magnitudo terbesar tercatat mencapai M 6,2.
BNPB Perbarui Dampak Kerugian: Korban dan Pengungsi Melonjak
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan eskalasi dampak kemanusiaan dan kerusakan properti akibat bencana gempa tektonik ini. Jumlah korban meninggal dunia kini terkonfirmasi mencapai 75 jiwa, bertambah empat jiwa dari laporan sebelumnya.
"Kemarin kami memberitakan 71 jiwa, hari ini bertambah empat jiwa dengan rincian di Kabupaten Sikka bertambah dua, Kabupaten Manggarai bertambah satu, Nagekeo bertambah satu," terang Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers Kamis (20/8/2026).
Artikel Terkait
Gempa NTT Terasa Kuat hingga Lombok, Warga Berhamburan Keluar Rumah
Usai Gempa 7,7 NTT, Gelombang Tsunami Terdeteksi Capai 94 Cm
Korban Gempa NTT Bertambah Menjadi 47 Orang, Ratusan Bangunan Rusak
Gempa Susulan M 5,2 Kembali Guncang NTT Pagi Ini, Korban Meninggal Capai 47 Orang
Korban Tewas Gempa M 7 NTT Bertambah Jadi 51 Orang, Jalur Reo Mulai Terbuka