Sebaliknya, perusahaan pers tidak bisa selamanya menggantungkan hidup pada traffic website dan banner advertising. Ia harus mulai membangun ekosistem: publisher, creator, video, podcast, komunitas, event, social media, live commerce, creative services, data, bahkan berbagai model transaksi baru.
Bukan berarti pers berubah menjadi pedagang. Justru bisnis yang sehat diperlukan agar redaksi tidak selalu hidup dalam ketergantungan. Kita juga harus berhenti menganggap bisnis sebagai kata kotor dalam dunia pers. Media yang tidak mempunyai bisnis yang sehat justru lebih mudah kehilangan independensinya.
Ketika pendapatan tidak cukup, selalu ada risiko bergantung kepada pemilik modal, pemerintah, pengiklan, kepentingan politik atau siapa pun yang bersedia membiayainya. Karena itu idealisme dan bisnis seharusnya tidak ditempatkan sebagai dua musuh yang saling berhadapan.
Idealisme menghasilkan sesuatu yang sangat mahal dalam industri media: kepercayaan. Kepercayaan melahirkan audiens. Audiens melahirkan pengaruh. Dan pengaruh sebenarnya mempunyai nilai ekonomi. Masalahnya, banyak media belum berhasil mengubah rantai tersebut menjadi model bisnis yang sehat.
Jadi mungkin yang gagal bukan idealismenya. Yang gagal adalah model bisnis yang belum mampu mengubah kepercayaan menjadi keberlanjutan. Inilah persimpangan media hari ini. Kita tidak perlu mengurangi idealisme agar bisnis tumbuh. Tetapi kita juga tidak bisa terus meneriakkan idealisme sambil membiarkan perusahaan pers perlahan-lahan kehabisan napas.
Sebab pada akhirnya wartawan tetap harus membawa pulang gaji. Perusahaan tetap harus membayar tagihan. Dan jurnalisme berkualitas tetap membutuhkan biaya. Masa depan pers karena itu bukan memilih antara idealisme atau bisnis.
Tantangannya jauh lebih besar: bagaimana membuat idealisme menjadi fondasi bisnis yang berkelanjutan, tanpa pernah menjual idealismenya.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Melesat Naik Rp15.000 ke Level Rp2.740.000 per Gram, Buyback Ikut Menguat
Perkuat Sektor Properti Daerah, bank bjb Cabang Pangandaran Realisasikan KPR Massal
Breaking News: Rektor Unsoed dan 5 Orang Lainnya Resmi Ditetapkan Tersangka Oleh KPK
Tips Punya Rp 100 Juta Pertama Diusia 30 Tahun, Simulasi dan Cara Menghitungnya
Kawal Demo Warga Pati di DPR, Pramono Anung Instruksikan Satpol PP Utamakan Pendekatan Humanis