INVESTASIPOST - Pangandaran tidak hanya terkenal dari keindahan wisatanya saja. Daerah ini menyimpan jejak ketokohan era kemerdekaan yang paling terkenal, yaitu Oejeng Soewargana.
Oejeng merupakan tokoh asal Pangandaran yang berkiprah dalam politik nasional era kemerdekaan. Langkah telah sampai ke telinga dunia, bahkan ia pun dituduh ada kaitannya dengan CIA.
Oejeng Soewargana pria yang dilahirkan di Pangandaran tahun 1917 ini salah satu tokoh pendidikan, penerbitan, dan militer. Terah ketokohannya bergulir dari sang Ayah Kartaatmadja sang tokoh pendidikan.
Baca Juga: Twibbon HUT ke-81 RI, Link dan Cara Memakainya
Pria alumni sekolah guru di Bandung ini melanjutkan untuk masuk militer di divisi Siliwangi. Tetapi minatnya terhadap pendidikan tidak pernah sirna.
Oejeng merupakan penulis andal, beberapa buku dengan beragam tema pernah diterbitkan dari mulai bahasa Sunda, ilmu politik hingga strategi militer.
Oejeng mempunyai industri penerbitan buku. Selain penulis Oejeng disebut merupakan tangan kanan Jenderal Besar Abdul Haris Nasution dan beberapa kali dikirim untuk tugas diplomasi ke luar negeri.
Pria alumni sekolah guru di Bandung ini melanjutkan untuk masuk militer di divisi Siliwangi. Tetapi minatnya terhadap pendidikan tidak pernah sirna.
Oejeng merupakan penulis andal, beberapa buku dengan beragam tema pernah diterbitkan dari mulai bahasa Sunda, ilmu politik hingga strategi militer.
Oejeng mempunyai industri penerbitan buku. Selain penulis Oejeng disebut merupakan tangan kanan Jenderal Besar Abdul Haris Nasution dan beberapa kali dikirim untuk tugas diplomasi ke luar negeri.
Oejeng yang merupakan adik musisi Daeng soetigna meninggal dunia pada Mei 1979 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta. Menurut laporan majalah Tempo hadir melayat sejumlah tokoh diantaranya Jenderal AH Nasution hingga Jenderal polisi Hoegeng.
Jenazah Oejeng dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Cikutra Bandung. Di Pangandaran nama Oejeng hingga kini tersemat sebagai nama bangunan bersejarah yang di gedung Oejeng yang merupakan rumah peninggalan orang tuanya.
Artikel Terkait
Gempa Susulan M 5,2 Kembali Guncang NTT Pagi Ini, Korban Meninggal Capai 47 Orang
Pemerintah Bidik Setoran Pajak Rp2.998 Triliun di RAPBN 2027, Purbaya: Dongkrak Tax Ratio
Korban Tewas Gempa M 7 NTT Bertambah Jadi 51 Orang, Jalur Reo Mulai Terbuka
Spesial HUT RI ke-81, Pertamina Tebar Diskon BBM Nonsubsidi Rp 450 per Liter
Kemarau Panjang, Ketersediaan Beras di Pangandaran Masih Surplus