INVESTASIPOST — Pemerintah terus menajamkan arah strategi digitalisasi bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) nasional. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan bahwa akselerasi teknologi bagi pelaku UMKM tidak boleh lagi berhenti pada tahap adaptasi platform semata, melainkan harus berdampak langsung pada peningkatan efisiensi, produktivitas, serta daya saing pasar.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, dalam agenda Gala Dinner dan Serah Terima Amanah (Sertinah) Pengurus Komunitas Tangan Di Atas (TDA) di Jakarta Selatan.
"Kalau dulu kita masih pakai bendera 'go digital', UMKM 'go digital', sekarang saya kira kita harus mengarah kepada 'go produktif' dan 'go kompetitif'," tegas Nezar dalam keterangannya.
Optimalisasi Penetrasi Internet demi Efek Multiplier Ekonomi
Nezar menilai infrastruktur konektivitas yang makin merata harus dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku usaha untuk memperluas skala bisnis dan menembus pasar internasional. Penetrasi internet nasional yang kini telah menyentuh angka sekitar 80,6 persen menjadi fondasi kuat untuk mendorong transformasi tersebut.
Baca Juga: Dorong Efisiensi Energi Sektor Usaha, ESDM Siapkan Uji Coba CNG untuk UMKM
"Ada banyak sekali contoh yang bisa kita lihat, dengan adanya 'go produktif' dan 'go kompetitif' melalui platform digital ini, sejumlah UMKM naik kelas, sejumlah UMKM juga bisa besar. Dan ada banyak yang sudah 'go global'," lanjutnya.
Langkah ini menjadi sangat krusial mengingat dominasi struktur UMKM di Indonesia masih berada di level mikro. Berdasarkan data Sistem Informasi Data Tunggal UMKM (SIDT-UMKM) Kementerian UMKM, dari total 30,21 juta unit usaha yang terdata pada 2025, sebanyak 30,12 juta unit atau 99,7 persen di antaranya merupakan kategori usaha mikro.
Kolaborasi Ekosistem Jadi Kunci UMKM Naik Kelas
Guna mengakselerasi tingkat produktivitas populasi usaha mikro yang masif tersebut, pemerintah mendorong penguatan kolaborasi antarpelaku usaha melalui wadah komunitas dan ekosistem bisnis.
Nezar mengapresiasi peran komunitas seperti Tangan Di Atas (TDA) yang dinilai memiliki filosofi relevan dalam membangun jaringan penyokong bagi para pengusaha lokal. Menurutnya, pertumbuhan bisnis di era digital tidak dapat berjalan secara terisolasi, melainkan membutuhkan ekosistem saling bantu dalam berbagi keterampilan, transfer pengalaman, hingga pembukaan akses peluang pasar baru.
Artikel Terkait
Pemerintah Beri Subsidi Tenaga Kerja untuk UMKM, Gaji Ditanggung 6 Bulan
BI Gelar KKI 2026: Perkuat Daya Saing UMKM dan Dorong Akselerasi Kredit Perbankan
Menkeu Purbaya Siapkan Amunisi PIP dan LPEI: Akselerasi Pembiayaan dan Buka Jalur Ekspor UMKM
Dorong Efisiensi Energi Sektor Usaha, ESDM Siapkan Uji Coba CNG untuk UMKM