INVESTASIPOST- Memiliki tabungan atau portofolio senilai Rp100 juta pertama sering kali menjadi salah satu milestone finansial impian bagi banyak generasi muda sebelum memasuki usia kepala tiga.
Namun, banyak yang mengira target tersebut hanya bisa dicapai jika memiliki gaji fantastis. Padahal, faktor terpenting dalam akumulasi kekayaan bukanlah seberapa besar modal awal, melainkan kapan Anda memulai.
Melalui konsep compound interest (bunga-berbunga), uang yang diinvestasikan secara konsisten akan menghasilkan imbal hasil (return), yang kemudian diinvestasikan kembali untuk melipatgandakan nilai aset di masa depan.
Baca Juga: 5 Pilihan Investasi Aman untuk Pemula yang Punya Duit Rp 1 Juta
Simulasi Investasi Menuju Rp100 Juta di Usia 30 Tahun
Dengan asumsi rata-rata imbal hasil (return) investasi stabil di angka 8% per tahun, berikut perbandingan jumlah dana yang perlu disisihkan setiap bulan berdasarkan usia mulai:
- Mulai di Usia 29 Tahun (Sisa 1 Tahun):
Anda perlu menyisihkan sekitar Rp8.030.000 per bulan. Nominal yang relatif berat karena waktu yang tersisa sangat singkat. - Mulai di Usia 25 Tahun (Sisa 5 Tahun):
Beban investasi turun drastis menjadi Rp1.036.000 per bulan. - Mulai di Usia 22 Tahun (Sisa 8 Tahun / Fresh Graduate):
Cukup menyisihkan Rp732.000 per bulan. - Mulai di Usia 20 Tahun (Sisa 10 Tahun):
Cukup mengalokasikan Rp549.000 per bulan, nominal yang masih sangat terjangkau dari penyisihan uang saku atau penghasilan magang. - Mulai di Usia 18 Tahun (Sisa 12 Tahun / Baru Punya KTP):
Hanya membutuhkan investasi rutin sebesar Rp423.000 per bulan.
Baca Juga: Cara Investasi untuk Pemula Modal Rp 10.000
Kunci Mengalahkan Inflasi dan Memaksimalkan Aset
Kendati simulasi di atas menunjukkan kemudahan berinvestasi sejak dini, penting untuk dipahami bahwa nilai riil Rp100 juta saat ini tidak akan sama persis dengan daya beli Rp100 juta pada 5 hingga 10 tahun mendatang akibat faktor inflasi.
Oleh karena itu, ada dua strategi penting yang perlu dijalankan beriringan:
- Pilih Instrumen yang Mengalahkan Inflasi: Alokasikan dana pada instrumen investasi dengan imbal hasil di atas rata-rata laju inflasi tahunan.
- Tingkatkan Pendapatan & Rasio Tabungan (Savings Rate): Jangan hanya fokus menekan pengeluaran, tetapi terus tingkatkan keterampilan (upskilling) agar kapasitas penghasilan bertambah, sehingga persentase dana yang diinvestasikan bisa semakin maksimal.
Disclaimer: Tips keuangan ini dibagikan oleh influencer keuangan dan investasi dengan akun Instagram @elson.lo
Artikel Terkait
Kutai Kartanegara dan Paser Membara, BNPB Kerahkan Armada Udara di 6 Provinsi Prioritas Karhutla
BPC HIPMI Pangandaran Bersinergi dengan Bank BJB Jalin Kerja Sama Banking Partnership
Motor Hangus Akibat Korsleting di SPBU Babakan Pangandaran, Fasilitas Dispenser BBM Dipastikan Aman
Skandal Seleksi Masuk Unsoed: Rektor hingga Pejabat Kampus Resmi Jadi Tersangka KPK
Kasus Jastip Limit Paylater Rp500 Juta di Priangan Timur Ditutup, OJK Tegaskan Kerugian Tidak Bertambah