INVESTASIPOST- Mengatur keuangan dengan penghasilan bulanan di kisaran Rp5 juta menuntut kedisiplinan dan skala prioritas yang tepat. Pasalnya, salah dalam mengalokasikan anggaran dapat menempatkan kondisi finansial kelas menengah dalam posisi rentan ketika menghadapi musibah mendadak.
Edukator literasi keuangan, Zabdiel Soriton, melalui unggahan di akun Instagram miliknya @zabdiel.soriton pada Senin (17/8/2026), membagikan panduan mengenai tiga hal pokok yang wajib diprioritaskan oleh para pekerja berpenghasilan Rp5 juta sebelum mengalokasikan uang untuk gaya hidup.
Tiga Prioritas Utama: Kebutuhan Pokok, Cicilan, dan Asuransi
Menurut Zabdiel, alokasi pertama yang wajib dipenuhi setiap bulannya tentu adalah kebutuhan pokokyang mencakup makan, tempat tinggal, dan biaya transportasi sehari-hari.
Prioritas kedua yang tidak boleh diabaikan adalah kewajiban melunasi cicilan dan utang. Pembayaran tagihan berjalan harus diselesaikan tepat waktu agar tidak membebani arus kas di masa depan.
Adapun prioritas ketiga yang kerap dipandang sebelah mata adalah memiliki asuransi kesehatan. Menepis anggapan segelintir orang yang menilai asuransi tidak penting, Zabdiel menegaskan bahwa instrumen proteksi ini justru sangat vital bagi masyarakat berpendapatan menengah.
"Kalau gaji lu Rp1 miliar per bulan, lu boleh bilang asuransi itu scam. Karena kalau amit-amit lu sakit, lu enggak akan langsung bangkrut karena rasio pemasukannya jauh. Beda kalau orang yang gaji Rp5 juta, kena satu masalah hidup yaitu sakit, selesai," ujar Zabdiel dalam unggahannya.
Ia menambahkan, kelompok kelas menengah di Indonesia sangat rentan mengalami guncangan ekonomi secara mendadak hanya karena satu musibah medis, baik yang menimpa diri sendiri maupun anggota keluarga.
Tahap Selanjutnya: Dana Darurat, Investasi, dan Gaya Hidup
Setelah ketiga prioritas mendasar di atas terpenuhi, barulah seseorang disarankan untuk melangkah ke tahap berikutnya, yaitu membangun dana darurat dan mulai berinvestasi.
Apabila fondasi proteksi, dana darurat, dan investasi sudah aman, masyarakat dapat lebih leluasa menikmati penghasilannya untuk kebutuhan gaya hidup dan hiburan, seperti travelling maupun berlangganan layanan hiburan (streaming).
Di akhir pemaparannya, Zabdiel juga mengingatkan pentingnya menyisihkan sebagian rezeki untuk bersedekah.
"Jangan lupa sedekah. Lu enggak akan miskin dengan sedekah, justru uang lu akan berkali-kali lipat dari jumlah yang enggak pernah lu bayangkan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Modus Rompi Modifikasi, Bareskrim Bongkar Penyelundupan Emas Sindikat India-Dubai
Ancaman Siber AI Mengintai Perbankan, Bos JPMorgan Jamie Dimon Galang Aliansi Korporasi Raksasa
Mengenal Oejeng Soewargana Tokoh Militer asal Pangandaran Tangan Kanan Jenderal Nasution
Evaluasi Layanan Dasar, Gubernur Jabar Targetkan Bebas Rumah Tanpa Listrik pada 2027
Hore BI Gratiskan MDR QRIS, Ternyata Transaksinya Capai 1 Kuadriliun