Kamis, 20 Agustus 2026

Warga Pangandaran Keluarkan Uang Ratusan Ribu untuk Membeli Makanan

Photo Author
Deni Nurdiansyah, InvestasiPost.com
- Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:21 WIB
Ilustrasi harga tanah. Generator by Gemini ak
Ilustrasi harga tanah. Generator by Gemini ak

INVESTASIPOS - Rata-rata pengeluaran warga Kabupaten Pangandaran, untuk membeli atau berbelanja makanan hanya menelan biaya Rp 746.611.

MenurutBadan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pangandaran, melalui dokumen Kabupaten Pangandaran Dalam Angka tahun 2026 dijelaskan, bahwa rata-rata warga Pangandaran mengeluarkan Rp 764.611 ribu per kapita per bulan di tahun 2025.

Angka tersebut mengalami kenaikan dibanding tahun 2024 lalu, dimana angka pengeluaran untuk belanja makanan sebesar Rp 720.756 ribu per kapita per bulan.

Baca Juga: ASN Pangandaran Gugat Cerai Suami Gara-gara Judol

Bila dipresentasikan, rata-rata warga Kabupaten Pangandaran mengeluarkan 55,38 persen dari total keseluruhan pendapatan mereka, untuk membeli makanan.

Warga membelanjakan uang mereka paling banyak untuk membeli makanan dan minuman jadi, yakni sebesar Rp 215.103 ribu per kapita per bulan.

Kemudian Rp 104.797 ribu per kapita per bulan, untuk membeli makanan pokok seperti beras.

Baca Juga: Kemenhaj Usulkan Calon Jemaah Haji Tahun 2027 Cukup Bayar Rp 42,9 Juta

Hal yang paling menarik adalah, warga Pangandaran membelajanjakan rata-rata uang mereka untuk membeli rokok sebesar Rp 103.427 ribu per bulanya. Hampir menyamai pengeluaran untuk membeli beras.

Pengeluaran untuk membeli rokok ini lebih besar dibandingkan untuk membeli sayur-sayuran dan juga buah-buahan.

Dimana untuk pengeluaran sayuran, warga hanya menyisihkan Rp 67.748 ribu per kapita per bulan. Sementara untuk buah-buahan sebesar Rp 47.894 ribu per kapita per bulan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Undang Petugas HUT Kemerdekaan RI Ke-81 ke Hambalang

Pengeluaran untuk non makanan di tahun 2025 hanya Rp 615.978 ribu per kapita per bulan, atau 44,62 persen dari pendapatan secara keseluruhan.

Salah seorang warga Kabupaten Kabupaten Pangandaran Kasmini (50) mengatakan, rata-rata warga yang tinggal di per kampungan atau desa, pasti memiliki lahan sawah atau kebun. Sehingga jarang membeli kebutuhan pokok seperti beras.

Halaman:

Editor: Deni Nurdiansyah

Sumber: BPS

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BI Terbitkan Kartu Kredit Indonesia, Ini Fungsinya

Senin, 17 Agustus 2026 | 17:09 WIB
X