Kamis, 20 Agustus 2026

BI Gelar KKI 2026: Perkuat Daya Saing UMKM dan Dorong Akselerasi Kredit Perbankan

Photo Author
Iwan Mulyadi, InvestasiPost.com
- Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:22 WIB
Pjs. Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, saat memberi sambutan pada pembukaan KKI 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026). Foto: CNBC INDONESIA
Pjs. Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, saat memberi sambutan pada pembukaan KKI 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026). Foto: CNBC INDONESIA

INVESTASIPOST — Bank Indonesia (BI) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat fondasi ekonomi domestik melalui penyelenggaraan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Ajang tahunan ini difokuskan untuk meningkatkan kapasitas serta daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu bertahan dan bertumbuh di tengah dinamika ketidakpastian pasar global.

​Pjs. Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyampaikan bahwa gelaran KKI 2026 mengusung tema "Mesare Sare" yang bermakna berdaya bersama-sama. Melalui semangat kolaborasi lintas sektor, inisiatif ini dirancang guna mencetak ekosistem UMKM yang sehat, mandiri, dan berorientasi ekspor.

​"Dari temanya mencerminkan mari kita berdaya bersama-sama untuk meningkatkan UMKM Indonesia yang sehat dan kuat dan memiliki daya saing," ungkap Destry dalam pembukaan KKI 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Baca Juga: Pemerintah Beri Subsidi Tenaga Kerja untuk UMKM, Gaji Ditanggung 6 Bulan

Tulang Punggung Ekonomi dan Ketahanan Pasar Domestik

​Penguatan sektor UMKM dinilai kian krusial sebagai bantalan ekonomi nasional. Destry menggarisbawahi bahwa kontribusi UMKM terhadap struktur Produk Domestik Bruto (PDB) serta penyerapan tenaga kerja di Indonesia memegang porsi dominan.

​Saat ini tercatat sekitar 64 juta pelaku UMKM di tanah air yang mampu menyerap hingga 97% tenaga kerja nasional dan menyumbang lebih dari 60% terhadap total PDB. Sinergi lintas otoritas—yang melibatkan BI bersama 27 kementerian dan lembaga—menjadi instrumen utama untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tetap solid.

​Pada gelaran KKI 2026, sebanyak 550 UMKM berpartisipasi secara luring dan lebih dari 1.300 UMKM hadir secara daring, menampilkan ragam komoditas unggulan mulai dari fesyen, pangan olahan, hingga produk kopi berkualitas ekspor.

Baca Juga: Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur Bank Indonesia

Dorong Likuiditas dan Penyaluran Kredit Perbankan

​Dari sisi pembiayaan, Bank Indonesia secara khusus menyoroti pentingnya ekspansi kredit dari sektor perbankan ke ranah UMKM. Laju pembiayaan yang masih terbatas menuntut adanya akselerasi dari industri keuangan agar para pelaku usaha dapat naik kelas (scale up).

​"Kita akan mengajak sinergi optimal sehingga UMKM bisa naik kelas dan menyerap lapangan kerja. Bukan hanya fokus produksi, tapi membantu untuk pembiayaan inklusif dan keuangan berkelanjutan," jelas Destry.

Perluas Jaringan Pasar Lewat Fasilitasi Business Matching

​Guna mendorong penetrasi pasar, BI memaksimalkan peran kantor perwakilan di dalam maupun luar negeri. Pendekatan ini mencakup penyelenggaraan program business matching yang mempertemukan langsung pelaku usaha dengan pembeli (buyers) dan investor potensial dari pasar domestik maupun mancanegara.

​Langkah terintegrasi ini dipadukan dengan penguatan literasi keuangan berkelanjutan, sehingga produk UMKM tanah air tidak hanya mendominasi pasar lokal tetapi juga memiliki daya saing tinggi di kancah global.

Editor: Iwan Mulyadi

Sumber: CNBC Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X