INVESTASIPOST – Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Pangandaran menggandeng Bank BJB untuk berkolaborasi dalam skema banking partnership. Sinergi tersebut diawali melalui agenda silaturahmi yang berlangsung pada Rabu (20/8/2026).
Kehadiran jajaran pengurus HIPMI disambut langsung oleh Pemimpin Cabang Bank BJB Pangandaran, Ipan Gumilar, di ruang kerjanya dalam suasana hangat dan akrab.
Ketua Umum BPC HIPMI Pangandaran, Cinky Priyanto, menyatakan bahwa sebagai putra daerah, langkah strategis untuk menjalin kemitraan perbankan idealnya dimulai bersama bank pembangunan daerah.
"Bank BJB menjadi salah satu mitra utama yang kami bidik untuk menjalin kemitraan (partnership). Kami optimis kolaborasi ini dapat berjalan optimal dan saling menguntungkan," ujar Cinky, Jumat (21/8/2026).
Cinky menambahkan, pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kerja sama strategis, mulai dari program banking partnership, kemudahan akses produk perbankan, hingga peningkatan literasi keuangan bagi pelaku usaha.
"Kami berharap Bank BJB dapat menjadi mitra perbankan resmi bagi HIPMI Pangandaran, yang menaungi para pengusaha muda dari sektor UMKM hingga skala menengah ke atas," jelasnya.
Selain membahas skema kemitraan, pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai portofolio bisnis yang dijalankan oleh para pengurus dan anggota HIPMI.
Sementara itu, Pemimpin Cabang Bank BJB Pangandaran, Ipan Gumilar, menyambut positif inisiatif kerja sama tersebut. Sebagai bentuk dukungan nyata, pihak Bank BJB memaparkan sejumlah program permodalan serta produk perbankan unggulan yang relevan untuk mendukung pengembangan usaha anggota BPC HIPMI Pangandaran.
Artikel Terkait
KPK Gelar OTT di Purwokerto, Rektor Unsoed dan 13 Orang Lainnya Diamankan
OTT Rektor Unsoed, KPK Sita Uang Ratusan Juta Terkait Penerimaan Mahasiswa Baru
Pejabat yang Pernah Kuliah di Unsoed ada Jampidsus hingga Bupati Pangandaran
Rupiah Kian Perkasa Tembus Level Rp17.695 per Dolar AS, Ini Katalis Pendorongnya
Gelombang PHK Capai 43.805 Orang hingga Juli 2026, Jawa Barat Jadi Episentrum Tertinggi