Sabtu, 22 Agustus 2026

Rupiah Kian Perkasa Tembus Level Rp17.695 per Dolar AS, Ini Katalis Pendorongnya

Photo Author
Iwan Mulyadi, InvestasiPost.com
- Jumat, 21 Agustus 2026 | 11:26 WIB
Rupiah Kian Perkasa Tembus Level Rp17.695 per Dolar AS, Jumat 21 Agustus 2026.
Rupiah Kian Perkasa Tembus Level Rp17.695 per Dolar AS, Jumat 21 Agustus 2026.

INVESTASIPOST — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat signifikan pada perdagangan pagi ini. Mata uang Garuda berhasil menembus ke bawah batas psikologis Rp17.700 per dolar AS, ditopang pelemahan indeks dolar serta perbaikan fundamental neraca pembayaran domestik.

​Mengacu pada data Refinitiv, rupiah terapresiasi 0,25% ke posisi Rp17.695/US$ pada Jumat (21/8/2026) pukul 10.40 WIB. Penguatan ini memperlebar reli sejak pembukaan perdagangan yang dibuka menguat di posisi Rp17.720/US$.

Rupiah Cetak Tren Penguatan Beruntun

​Apresiasi rupiah pada sesi akhir pekan ini memperpanjang reli penguatan selama tiga hari berturut-turut. Pada perdagangan Kamis (20/8/2026), mata uang Garuda ditutup melonjak 0,48% ke Rp17.740/US$, melanjutkan kenaikan 0,14% dari hari sebelumnya.

Baca Juga: BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,75% untuk Jaga Stabilitas Rupiah dan Inflasi

​Kinerja positif rupiah juga didorong oleh pelemahan indeks dolar AS (DXY). Pada pukul 09.00 WIB, indeks DXY terkoreksi 0,10% ke posisi 98,799, memberikan sentimen positif bagi mata uang negara berkembang di Asia untuk bergerak di zona hijau.

Defisit NPI Kuartal II-2026 Menyusut Drastis

​Dari faktor internal, penguatan mata uang garuda ditopang oleh rilis data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang mencatat perbaikan signifikan. Bank Indonesia (BI) mencatat defisit NPI pada kuartal II-2026 menyusut tajam menjadi US0,9 miliar, dibandingkan defisit kuartal I-2026 yang sempat menembus US9,1 miliar.

​Perbaikan tersebut didorong oleh kinerja transaksi modal dan finansial yang berbalik mencatatkan surplus. Arus masuk modal asing (capital inflow) melalui investasi langsung dan portofolio turut menjaga pasokan valuta asing di pasar domestik, meskipun defisit transaksi berjalan masih dibayangi tekanan dari neraca perdagangan migas.

Editor: Iwan Mulyadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ngeri Dampak Kebakaran di Pasar Sungai Kalimantan

Jumat, 21 Agustus 2026 | 12:33 WIB

BI Terbitkan Kartu Kredit Indonesia, Ini Fungsinya

Senin, 17 Agustus 2026 | 17:09 WIB
X