INVESTASIPOST - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memperkuat posisinya sebagai tulang punggung ekonomi nasional sepanjang semester pertama 2026. Perseroan mencatatkan penyaluran kredit konsolidasi sebesar Rp1.677,45 triliun per akhir Juni 2026, atau melesat 18,8% secara tahunan (year-on-year) dibandingkan posisi periode sama tahun lalu yang sebesar Rp1.411,63 triliun.
Sejalan dengan ekspansi penyaluran pembiayaan tersebut, total aset konsolidasi BMRI melonjak 18,1% (YoY) mencapai Rp2.527,57 triliun. Dari sisi bottom line, perseroan membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk (profit after tax and minority interest/PATMI) sebesar Rp30,41 triliun pada Semester I-2026, naik 24,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp24,46 triliun.
Secara makro, BMRI berkontribusi signifikan terhadap ekspansi kredit perbankan nasional. Hasil simulasi berbasis data Bank Indonesia menunjukkan bahwa ekspansi kredit BMRI menyumbang sekitar 27,4% terhadap total penambahan nominal kredit nasional dalam setahun terakhir. Kehadiran pembiayaan BMRI turut mengerek laju pertumbuhan kredit industri dari estimasi 10,5% menjadi 12,1%.
Baca Juga: Sinergi bank bjb & PERSIB: Buka Early Access Jersey 2026/2027 Khusus Bobotoh
Capaian Kinerja Keuangan dan Portofolio Pembiayaan
Ekspansi bisnis BMRI ditopang oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang meningkat 17,1% (YoY) menjadi Rp1.763,17 triliun. Di saat yang sama, manajemen risiko perseroan mencatatkan perbaikan kualitas aset secara konsisten, di mana rasio kredit bermasalah (gross non-performing loan/NPL) konsolidasi berhasil ditekan dari 1,10% menjadi 1,01%.
Penyaluran pembiayaan perseroan menyasar berbagai sektor produktif dan ekonomi kerakyatan secara seimbang:
- Kredit Usaha Rakyat (KUR) & Mikro: Total outstanding gabungan KUM dan KUR mencapai Rp103,9 triliun, mencakup alokasi ke sektor pertanian (Rp7,08 triliun) dan perikanan (Rp307 miliar). Pembiayaan UMKM perempuan tercatat sebesar Rp57,2 triliun bagi 685.000 debitur.
- Ekosistem Pemerintah & BUMN: Penyaluran pembiayaan mencapai Rp489 triliun, tumbuh 41,6% (YoY) untuk mendukung proyek strategis, infrastruktur, energi, pertahanan, dan layanan publik.
- Segmen Komersial & Korporasi: Kombinasi corporate banking (Rp840,49 triliun) dan commercial banking (Rp343,22 triliun) menyumbang 70,6% dari total kredit konsolidasi, dengan tingkat performing loan terjaga kokoh di atas 99%.
Transformasi Layanan Digital dan Efisiensi Operasional
Akselerasi pendapatan non-bunga (non-interest income) BMRI yang naik 14,9% menjadi Rp22,78 triliun ditopang oleh keandalan dua infrastruktur digital utama:
- Livin' by Mandiri: Pengguna terdaftar mencapai 41 juta (tumbuh 24,3% YoY) dengan penambahan rata-rata 27.000 pengguna harian untuk melayani transaksi ritel, investasi, dan gaya hidup.
- Kopra by Mandiri: Melayani 354.000 pengguna bisnis—di mana 84% di antaranya adalah pelaku UMKM—dengan nilai transaksi mencapai Rp28.781 triliun dalam empat kuartal terakhir.
Efisiensi digitalisasi tersebut tercermin pada membaiknya rasio biaya terhadap pendapatan (cost to income ratio/CIR) dari 44,2% menjadi 37,9%. Dari aspek manajemen risiko, indikator kualitas kredit tetap solid dengan Loan at Risk (LaR) yang melandai ke 5,83% serta penurunan Cost of Credit (CoC) menjadi 0,61%.