Rabu, 26 Agustus 2026

Prabowo Groundbreaking PLTS 100 GWp di Bali: Targetkan Hemat Rp73,9 Triliun dan Bebas Fosil pada 2029

Photo Author
Iwan Mulyadi, InvestasiPost.com
- Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:09 WIB
Prabowo Groundbreaking PLTS 100 GWp di Bali: Targetkan Hemat Rp73,9 Triliun dan Bebas Fosil pada 2029
Prabowo Groundbreaking PLTS 100 GWp di Bali: Targetkan Hemat Rp73,9 Triliun dan Bebas Fosil pada 2029

INVESTASIPOST — Presiden Prabowo Subianto melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) sekaligus peluncuran proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Gigawatt peak (GWp) di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Selasa siang.

​Berdasarkan tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo yang mengenakan setelan safari berwarna krem tiba di lokasi acara sekitar pukul 14.30 WIB. Jajaran menteri Kabinet Merah Putih hingga pimpinan BUMN tampak mendampingi Presiden, mulai dari Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Mensesneg Prasetyo Hadi, Dirut PLN Darmawan Prasodjo, hingga Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri.

​Proyek megalopolis energi hijau ini masuk ke dalam Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air, yang dirancang untuk memangkas ketergantungan Indonesia pada energi fosil secara signifikan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tinjau Karhutla di Kalimantan Penanganan Gaspol

​Efisiensi Triliun Rupiah dan Pensiun Dini PLTD

​Pemerintah menargetkan pembangunan PLTS 100 GWp selesai sepenuhnya pada 2029. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa percepatan proyek ini berpotensi memberikan efisiensi biaya listrik secara masif.

​"Presiden telah menginstruksikan agar pembangunan 100 GWp PLTS dipercepat dan diselesaikan pada 2029, dengan efisiensi biaya listrik diperkirakan mencapai Rp73,9 triliun per tahun," kata Prasetyo dalam keterangan resminya.

​Sebagai langkah awal, pemerintah menargetkan pembangunan 30 GWp PLTS pada 2026. Di saat yang sama, pemerintah akan menghentikan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas 13 GW.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Undang Petugas HUT Kemerdekaan RI Ke-81 ke Hambalang

​Langkah akselerasi ini diambil mengingat potensi energi surya Indonesia yang melimpah—mencapai 3.294 GWp—namun kapasitas terpasang hingga April 2026 baru menyentuh angka sekitar 1,5 GWp.

​Tahapan Pembangunan dan Pemerataan Listrik Desa

​Pembangunan proyek 100 GWp ini akan dieksekusi dalam tiga tahapan utama:

  • Tahap I: Pembangunan kapasitas 17 GWp.
  • Tahap II: Pembangunan kapasitas 18 GWp.
  • Tahap III: Pembangunan kapasitas 30 GWp.

​Sebelum meluncurkan proyek raksasa ini, pemerintah sepanjang 2025 telah membangun 15 pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT)—terdiri dari 12 PLTS dan 3 Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH)—bernilai Rp103,3 miliar untuk melayani 1.831 kepala keluarga serta 131 fasilitas umum.

​Memasuki 2026, ekspansi berlanjut ke 39 lokasi PLTS Terpadu di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) senilai Rp450,2 miliar bagi 4.259 rumah tangga. Selain itu, dibangun pula tiga PLTMH bernilai Rp50,4 miliar untuk 464 rumah tangga. Program listrik desa juga terus digenjot hingga menjangkau 1.403 lokasi di 36 provinsi melalui Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).

​Cetak 760 Ribu Green Jobs

​Selain memperkuat ketahanan energi, mega proyek PLTS 100 GWp ini didesain sebagai mesin penggerak ekonomi baru. Investasi di sektor pembangkit, manufaktur baterai, jaringan listrik, serta rantai pasok industri solar PV dalam negeri diperkirakan akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

​Berdasarkan Proyeksi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, sektor ini berpotensi menciptakan hingga 1,7 juta lapangan kerja baru, di mana lebih dari 760 ribu di antaranya merupakan green jobs atau pekerjaan ramah lingkungan.

Halaman:

Editor: Iwan Mulyadi

Sumber: Antara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X