Selasa, 25 Agustus 2026

Gerindra Jabar Tepis Isu Dedi Mulyadi Hengkang ke PSI: Etika Moralnya Kuat

Photo Author
Iwan Mulyadi, InvestasiPost.com
- Senin, 24 Agustus 2026 | 16:50 WIB
Gerindra Jawa Barat secara tegas membantah isu kepindahan Dedi Mulyadi ke PSI.
Gerindra Jawa Barat secara tegas membantah isu kepindahan Dedi Mulyadi ke PSI.

INVESTASIPOST — DPD Partai Gerindra Jawa Barat angkat bicara merespons rumor yang menyebut Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bakal hengkang dari partai pimpinan Prabowo Subianto tersebut untuk bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

​Wakil Ketua DPD Gerindra Jabar, Buky Wibawa Karya Guna, menyatakan pihaknya tidak mengetahui dasar pertimbangan munculnya isu liar tersebut. Ia menegaskan, mantan Bupati Purwakarta yang akrab disapa Demul atau KDM itu telah menyampaikan sanggahan secara terbuka dan menegaskan komitmennya untuk mendukung kepemimpinan Prabowo.

​"Saya tidak tahu data dan variabel apa yang menduga-duga Dedi Mulyadi mau hijrah ke PSI. Namun, ada pernyataan sanggahan secara tegas bahwa Demul membantah hal tersebut," ujar Buky saat dihubungi, Senin (23/8).

Baca Juga: Presiden Prabowo Tinjau Karhutla di Kalimantan Penanganan Gaspol

Kedudukan Strategis di Internal Gerindra

​Buky mengingatkan bahwa posisi Dedi Mulyadi di struktur partai saat ini sangat strategis. Selain berstatus sebagai kader aktif, Dedi memegang amanat sebagai anggota Dewan Pembina di DPP Partai Gerindra.

​Menurut Buky, rekam jejak dan komunikasi intensif yang terjalin selama ini tidak menunjukkan adanya sinyal kepindahan politisi kawakan tersebut.

​"Bagaimanapun, ia adalah kader Gerindra dan menjabat sebagai Dewan Pembina di Gerindra Pusat. Ini menunjukkan kualitas moral dan etika yang kuat. Beberapa kali saya bertemu dengan Demul, saya belum melihat tanda-tanda ke arah sana," tuturnya.

Aksi Kemanusiaan Bukan Safari Politik

​Menanggapi sorotan publik terkait kebiasaan Dedi yang kerap melakukan perjalanan ke luar daerah—termasuk aksinya menyalurkan bantuan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT)—Buky membantah hal itu dilakukan demi kepentingan simpati politik semata atau sinyal perpindahan partai.

Editor: Iwan Mulyadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X