Dilema Industri dan Ekonomi K-Shape
Dari kacamata pengusaha, efisiensi skala besar menjadi opsi yang tak terhindarkan. Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Bob Azam, menjelaskan bahwa fenomena PHK tidak melulu dipicu oleh pelemahan ekonomi belaka, melainkan penyesuaian atas membengkaknya biaya produksi dan susutnya permintaan pasar.
Sambil mengapresiasi laju pertumbuhan ekonomi nasional yang mampu bertahan di atas 5 persen di tengah eskalasi konflik global dan ancaman krisis energi, Bob menyebut profil pemulihan ekonomi Indonesia cenderung membentuk pola K-Shape.
"Ada sektor yang tetap tumbuh baik, tetapi ada juga yang melemah. Yang tumbuh baik adalah sektor komoditas, sementara yang melemah berada di sektor padat karya," ungkap Bob.
Kondisi ketimpangan antar-sektor ini mempertegas perlunya perlindungan dan penataan ulang kebijakan industri agar arus efisiensi tidak terus menggerus jaminan kepastian kerja di dalam negeri.
Artikel Terkait
Gelombang PHK Capai 43.805 Orang hingga Juli 2026, Jawa Barat Jadi Episentrum Tertinggi